Aceh Timur – Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir terus dilakukan oleh TNI di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Timur. Personel Kodim 0104/Aceh Timur bersama Yonif TP 853/Bawar Reje Bur kebut pembangunan jembatan gantung dengan melaksanakan pekerjaan malam hari, berupa pengecoran dan pengelasan Deadmen A dan B sebagai bagian vital dari konstruksi jembatan.
Pekerjaan dilakukan hingga dini hari demi mengejar target penyelesaian, mengingat jembatan gantung tersebut menjadi akses utama penghubung antar Desa yang sangat dibutuhkan masyarakat pascabanjir.
Danramil 10/Simpang Jernih, Kapten Inf Edi Chandra, menjelaskan bahwa jembatan gantung ini menghubungkan Desa Batu Sumbang dengan Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Menurutnya, pengerjaan pada malam hari dilakukan untuk memaksimalkan waktu serta mempercepat pemulihan mobilitas warga.
“Pembangunan jembatan gantung ini sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat. Oleh karena itu, personel kami bersama Yonif TP 853/Bawar Reje Bur bekerja siang dan malam agar jembatan segera dapat dimanfaatkan oleh warga,” ujar Kapten Inf Edi Chandra, Minggu (11/1/2026) dini hari.
Sementara itu, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Novi Widyanto, S.E., menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung fisik, tetapi juga penghubung harapan masyarakat untuk kembali beraktivitas normal. TNI berkomitmen hadir dan bekerja maksimal demi mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah terpencil,” tegas Letkol Inf Novi Widyanto.
Dengan sinergi antara satuan kewilayahan dan satuan tempur, pembangunan jembatan gantung di Simpang Jernih diharapkan segera rampung dan dapat kembali menghubungkan aktivitas sosial, ekonomi, serta pelayanan masyarakat yang sempat terputus akibat bencana banjir. (*)

